Minggu, 01 April 2012

''Hidup Sehat dengan Mendaki Gunung''

Hidup Sehat dengan Mendaki Gunung


“Anyone can dream. Anyone can turn their dreams into reality. Just because something is improbable doesn’t mean it’s impossible” – Alan Mallory.
Mendaki gunung, mount climbing, tidak selalu harus diartikan prestasi pencapaian puncak-puncak gunung tinggi. Hiking, camping dan kegiatan semacamnya jika dilakukan di ketinggian sebetulnya sudah bisa dikategorikan sebagai aktivitas mendaki gunung.
Dengan melakoninya, kita bisa banyak mendapatkan pelajaran dari kejujuran alam. Kegiatan ini tidak seseram dengan yang sering kita dengar dan bayangkan, bahkan siapapun bisa melakukannya baik itu anak-anak hingga orang tua. Tentu dengan pola dan porsi yang berbeda-beda.
Dengan melakukan salah satu kegiatan alam ini, manfaat langsung yang bisa kita rasakan ialah dapat menyegarkan jasmani dan rohani.
Pertama, jasmani sehat. Ini karena ketika mendaki gunung, ibaratnya kita melakukan berbagai gerakan olahraga, sehingga organisasi gerakan yang ditimbulkan bisa membuat kuat organ tubuh kita khususnya kadiovaskular. Tentunya kegiatan ini harus disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan fisik seseorang.
Yang kedua, rohani atau jiwa. Alam ini adalah jiwa-jiwa yang tenang, yang menyajikan pemandangan nan indah. Hamparan hutan yang hijau, air jernih bersih mengalir, kawah gunung, hamparan langit biru tak terhalang, kicauan burung liar memecah heningnya sunyi adalah beberapa daya pikat hati kita dalam menyatu dengannya. Maka ia membawa kedamaian dan ketenangan jiwa dan pastinya dapat menjadi kenangan yang tak terlupakan. Terlebih lagi bagi pribadi yang lebih sering menghabiskan waktu di tengah hiruk pikuknya kehidupan kota besar dan rutinitas harian.
Mendaki gunung bukan sesuatu yang berat, namun bukan juga sesuatu yang bisa disepelekan.  Demi nikmatnya berkegiatan di alam terbuka, tentu perlu persiapan dan manajemen perjalanan yang baik. Jika ingin mendapatkan yang terbaik, maka harus dimulai dengan persiapan yang terbaik.
Keterangan gambar: Puncak Mandalawangi, Gunung Pangrango

by: hasanuddin dalimunthe

Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]





<< Beranda

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Entri [Atom]